Category: Sea Games

Atlet Tersukses di SEA Games 2019 Ingin Beli Rumah karena Bonus Naik

Atlet Indonesia yang bisa dikatakan tersukses di ajang SEA Games 2019, Dea Salsabila Putri, dikatakan ingin membeli rumah dan juga memberangkatkan kedua orang tuanya naik haji. Hal ini dilontarkannya setelah ia mendapatkan bonus yang jumlahnya naik.

Bonus Naik, Salsabila Putri Ingin Beli Rumah dan Naikkan Orang Tua Haji

Dea adalah atlet Indonesia dengan torehan medali emas paling banyak di ajang SEA Games 2019. Atlet modern pentathlon tersebut berhasil meraih 3 medali emas lewat nomor Women’s Beach Laser Run Individual, Mixed Beach Triathle Relay dan Women’s Beach Triathle Individual.

Dea pasalnya berhak atas bonus sebanyak Rp. 1,4 miliar berkat prestasinya yang diraih di ajang SEA Games. Kepastian tersebut didapatkan setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan bonus untuk atlet-atlet yang berhasil meraih medali di ajang SEA Games 2019. Dea pun telah memiliki rencana dengan uang bonus yang banyak itu.

“Alhamdulillah senang luar biasa karena mendapatkan penghargaan dari pemerintah, terima kasih atas apresiasi untuk atlet-atlet Indonesia di SEA Games kali ini. Saya ingin memberangkatkan haji orang tua dan beli rumah,” kata Dea dilansir dari CNN Indonesia.

“Emas ini untuk orang tua saya, pelatih saya, dan juga masyarakat Indonesia. Ini adalah target saya pribadi untuk meraih emas. kalau pelatih bisa dibilang menargetkan saya perak,” ungkap atlet 21 tahun tersebut.

Prestasi 3 medali emas yang diraihkan di ajang SEA Games 2019 itu bisa dikatakan mengejutkan. Selain ia tak ditargetkan meraih medali emas di ajang olahraga 2 tahunan negara-negara ASEAN itu, SEA Games 2019 adalah ajang multi-cabang pertama yang diikuti oleh Dea. Selain itu juga, olahraga modern pentathlon ini terbilang baru di Indonesia.

“Alhamdulillah saya bisa membuktikan di SEA Games ini dapat meraih tiga emas. cabang ini tak membosankan karena ada variasi dari berenang, lari sampai menembak, jadi tidak jenuh juga saat latihan,” tambahnya.

Pemerintah memang memutuskan untuk menaikkan bonus togel sgp untuk SEA Games 2019 dengan medali emas mendapat Rp. 500 juta, perak Rp. 300 juta, dan perunggu Rp. 150 juta untuk nomor individu. Untuk ganda, peraih emas mendapatkan Rp. 400 juta, perak Rp. 240 juta dan perunggu Rp. 120 juta. Sementara untuk beregu, emas meraih Rp. 350 juta, perak Rp. 210 juta, dan perunggu Rp. 105 juta.

Peraih Emas Kaget dengan Besaran Bonus SEA Games 2019 yang dinaikkan Pemerintah

Dea tidak merasa kaget dengan besaran bonus yang dinaikkan oleh pemerintah. Namun atlet Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, atlet menembak yang berhasil meraih emas juga, terkejut dengan besaran bonus yang diterima dirinya.

Sebagai peraih emas, Vidya pasalnya berhak mendapatkan bonus Rp. 500 juta. Nominal itu dua kali lebih besar dari proyeksi awal tiap medali emas yang Cuma Rp. 200 juta saja.

“Saya ucapkan banyak terima kasih pada pemerintah dan Menpora yang sudah memberikan penghargaan pada kami para atlet,” kata Vidya di acara penyerahan bonus di Hotel Grand Sahid, Jakarta, hari Kamis (12/12) kemarin.

Ia mengaku bahwa uang bonus yang diterimanya bakal ditabung. Ia juga berencana untuk menggunakan uang bonusnya untuk membeli alat-alat perlengkapan menembak. Kedepannya, ia menaruh target besar untuk lebih berprestasi lagi untuk membawa nama baik Indonesia di mata dunia.  Nampaknya bonus yang dinaikkan pemerintah ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet.

Lechia Gdansk Tetap Berikan Apresiasi Perak SEA Games 2019 Egy Maulana Vikri

Lechia Gdansk tetap memberikan apresiasinya untuk Egy Maulana Vikri yang mesti puas membawa pulang medali perak setelah kalah atas Vietnam dengan skor 0-3 di final SEA Games 2019. Dalam situs resmi klub yang berasal dari Polandia tersebut ada gambar Egy dengan latar belakang bendera merah putih kebanggaan Indonesia dan di sana tertulis runner up SEA Games.

Berikan Apresiasi bagi Egy Maulana Vikri

“Gelandang Lechia Gdansk Maulana Vikri tampil membela tim toto hk Indonesia U23 dalam kekalahan 0-3 dari Vietnam di laga final SEA Games di Filipina. Pemain berumur 19 tahun tersebut masuk ke lapangan setelah istirahat dan menggantikan Witan Sualiman.”

“Egy bermain dalam seluruh pertandingan tim nasionalnya, yang tampil dengan sangat baik di turnamen ini. Namun harus mengakui keunggulan rivalnya dari Vietnam,” imbuh tulisan pernyataan dari Lechia Gdansk itu.

Selama menjalani laga SEA Games 2019, memang Egy selalu bermain di tiap laga Garuda Muda. Akan tetapi Egy tak menjadi pemain inti dalam laga ketika melawan Vietnam di fase grup final tersebut. Dalam tujuh kali tampil, Egy pasalnya mencetak 4 buah gol dan menjadi pencetak gol paling banyak kedua untuk Timnas Indonesia U23 setelah Osvaldo Haay yang menyumbangkan 8 buah gol.

Jebolan SKO (Sekolah Khusus Olahraga) Ragunan tersebut juga tercatat sebagai pencetak gol pertama Indonesia di ajang SEA Games 2019 dengan gol jarak dekat menuju gawang Thailand. Hal itu membuat Lechia Gdansk makin bangga pada gelandangnya itu. Setelah bergabung dengan Lechia Gdansk pada musim lalu, pasalnya Egy masih jadi bagian dari klub itu untuk musim 2019/2020.

Musim ini Egy baru main satu kali saja di liga Ekstraklasa saat Lechia bertemu dengan Wisla Krakow. Dalam laga itu, Egy tampil sebagai pemain inti klub tersebut. Ia bermain selama 45 menit dalam pertandingan tersebut. Selain itu juga Egy pun tampil sebagai pemain pengganti pada menit-menit terakhir dalam laga piala super Polandia tersebut.

Sedangkan musim lalu, Egy tampil dua kali saja akan tetapi secara keseluruhan Cuma mendapatkan menit bermain yang tergolong sedikit.

Lechia Gdansk Berikan Nilai Positif untuk Egy

Sekretaris Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Gatot S Dewa Broto juga pernah mengatakan bahwa Adam Mandziara, Presiden Lechia Gdansk, memberikan apresiasi dan penilaian yang positif tentang keberadaan Egy Maulana Vikri di tim itu.

Gatot sendiri mengaku bahwa ia bertemu dengan Mandziara secara dadakan atas adanya undangan dari pelatih Timnas Indonesia U23, Indra Sjafri, di sebuah hotel di Jakarta beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan itu, Gatot sendiri mengaku bahwa banyak sekali hal positif yang dikatakan oleh Madziara tentang Egy.

“Banyak hal positif. Poin yang di sisi kami itu penting, saya sempat menantang dia (Mandziara) untuk mengungkapkan tentang plus minus Egy. Presiden Lechia Gdansk itu menyampaikan bahwa ia (Egy) cepat sekali beradaptasi di sana. Aspek Bahasa juga tak ada kendala,” ungkap Gatot dilansir dari CNN Indonesia. “Kalau pelatih pakai Bahasa Polandia, dia mengerti, dia bilang Egy tidak ada sisi negatifnya,” imbuhnya. Mandziara bahkan menyarankan pada Gatot supaya Indonesia melakukan peningkatan pembinaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar atau pembinaan usia dini karena selama ini PPLP selama ini hanya di tingkat SMA saja, padahal bisa dilakukan di tingkat SMP, supaya tak terlalu terlambat berkembang untuk ke klub-klub Eropa lainnya