Month: February 2020

Rekomendasi Film Indonesia untuk Tontonan Valentine

Sejumlah film dengan tema cinta dan romantisme asal Indonesia juga bisa menjadi rekomendasi tontonan Valentine, lho. Mulai dari film yang dirilis beberapa tahun terakhir sampai dengan yang tergolong legendaris. Mengambil film-film selama 20 tahun terakhir, ini lah rekomendasi film-film Indonesia yang patut ditonton kembali di momen Valentine.

Critical Eleven (2017)

Film ini dibintangi oleh Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Film ini sangat cocok ditonton oleh kalian yang sudah menikah dan baru beberapa tahun menjalani rumah tangga. Diceritakan, peran yang dimainkan oleh Reza dan Adinia adalah suami istri yang pada awalnya baik-baik saja dalam menghadapi rumah tangganya. Sampai akhirnya, sang istri dinyatakan hamil dan di bulan ke-9 kehamilannya, bayinya meninggal di dalam perutnya. Konflik antardua insan dan batin keduanya membuat rumah tangganya hampir saja kandas. Namun akhirnya keduanya mampu menerima satu sama lain dan menerima kejadian pahit dalam rumah tangganya sehingga bisa kembali saling menguatkan.

Ayat-Ayat Cinta (2008)

Ayat-Ayat Cinta adalah film cinta dengan tema religi yang sangat fenomenal di saat dirilis 12 tahun yang lalu. Berkisah tentang Fahri (Fedi Nuril), mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir yang mana harus memilih antara dua wanita yang mencintai dirinya, yaitu Maria (Carissa Putri) dan Aisya (Rianti Cartwright). Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, karya dari Habiburrahman El Shirazy. Kemunculan film ini akhirnya jadi pembuka genre film religi yang mana sempat menguasai bioskop selama beberapa tahun.

Rectoverso (2013)

Ada juga film Rectoverso (2013) yang jadi kumpulan film pendek yang digarap oleh lima sineas wanita Indonesia yaitu Marcella Zalianty, Happy Salma, Cathy Sharon, Rachel Maryam dan Olga Lydia. Film ini diangkat dari kisah-kisah yang mana diambil dari cerpen Dewi Lestari dnegan judul yang sama juga.

Heart (2006)

Siapa yang tidak tahu film ini? Film Heart ini berkisah tentang pengorbanan cinta yang dilakukan oleh Rachel (Nirina Zubir), Farel (Irwansyah) dan Luna (Acha Septriasa) yang menjalin persahabatan. Kisah mereka pasalnya jadi salah satu cerita cinta ikonis saat dirilis. Bahkan setelah ada versi filmnya, versi series di layar kaca pun dibuat berkali-kali saking cintanya penonton film Heart pada film dan karakter utamanya.

Eiffel I’m in Love (2003)

Selain kisah cinta di atas, masih ada kisah cinta dari Tita dan Adit yang juga ikonik. Tita dan Adit adalah pasangan romantic ala remaja awal millennium. Dan mereka sukses membuat para pemirsanya baper, khususnya para anak sekolah yang sedang dimabuk asmara. Film ini berkisah tentang Tita (Shandy Aulia) yang mana dijodohkan dengan Adit (Samuel Rizal). Perjalanan cinta mereka ternyata tumbuh perlahan-lahan. Namun di dalamnya ada kisah-kisah cinta yang lucu dan unik.

Habibie & Ainun (2012)

Kisah cinta mendingan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie dan istrinya, Ibu Ainun memang jadi legenda romantis film romansa di Indonesia. Film toto sgp yang dirilis pada tahun 2012 ini dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari di mana sempat jadi film terlaris sepanjang masa.

Ada Apa Dengan Cinta (2001)

Film ini memang masih saja patut ditonton walaupun sudah 19 tahun berlalu. Kisah cinta Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) jadi salah satu ikon cinta cerita asmara remaja di awal millennium. Film ini jadi pembuka kebangkitan film Indonesia.

Salah Tak Lagi Mengaung di London

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, diamati mulai kehilangan tajinya saat bermain melawan tim-tim rival di ajang Liga Inggris di London. Skuat yang diarahkan oleh Jurgen Klopp akan bertandang ke markas West Ham United di laga lanjutan dari Liga Inggris tepatnya di Stadion London, hari Rabu (29/1) malam waktu setempat.

Salah Tak Lagi Miliki Taji

Opta mencatatkan perbedaan yang mencolok di penampilan Salah pada beberapa laga awal saat membela The Reds jika dibandingkan dengan sejumlah laga terbarunya yang dilangsungkan di London. Pemain Timnas Mesir tersebut selalu mencetakkan gol pada empat laga awal saat dirinya memperkuat The Reds di London. Totalnya ada 5 gol yang diciptakannya dalam 4 laga itu.

Namun hal sebaliknya terjadi saat ia di London. Salah tidak satu pun menghasilkan gol dalam 4 laga terbarunya saat membela The Reds. Salah sejauh ini telah mengoleksi 11 buah gol pada ajang Liga Inggris musim itu. Torehan itu pasalnya sama dengan jumlah gol Sadio Mane.

Mantan pemain AS Roma tersebut memiliki peluang yang besar untuk menambahkan koleksi golnya di markas West Ham United. Sedangkan untuk Mane sendiri ia tak akan dimainkan oleh Klopp di Stadion London. Hal ini dikarenakan Mane masih mengalami cedera.

Sedangkan untuk Liverpool sendiri, mereka hanya sekali mengalami kekalahan dari The Hammers pada ajang Liga Inggris sejak mereka di bawah asuhan Klopp. Kekalahan itu dialami saat pertama kali Klopp menangangi Liverpool pada Stadion Boleyn Ground di bulan Januari 2016 lalu. Ketika itu The Reds harus mau tunduk dari The Hammers dengan skor 0-2.

Liverpool juga sudah pernah mengalami kekalahan yang cukup memalukan saat melawan West Ham. Di tanggal 27 Februari 2011, West Ham United berhasil mengalahkan Liverpool togel online 2020 dengan skor 3-1 tepatnya di Boleyn Ground.

Liverpool yang saat itu masih diperkuat oleh Luis Suarez dan Steven Gerrad harus tumbang lewat gol yang disumbangkan oleh Cartlon Cole, Demba Ba, dan Scott Parker. Satu-satunya gol yang bisa diberikan oleh The Reds adalah gol dari Glen Johnson.

Kenangan Buruk Salah

Winger Mohamed Salah juga ternyata memiliki kenangan buruk, tak hanya Liverpool saja. Ia memiliki kenangan buruk dengan klub Shrewsbury Town yang saat itu akan dilawannya pada putaran keempat Piala FA tepatnya hari Minggu (26/1) kemarin di Montgomery Waters Meadow.

Salah pasalnya pernah satu kali berhadapan dengan klub itu yaitu smaat ia masih berseragam Chelsea tepatnya tanggal 28 Oktober 2014. Saat itu Chelsea bertandang ke markas Shrewsbury guna menjalani putaran keempat ajang Piala Liga.

Pada saat itu Salah memang baru saja dibeli oleh Chelsea dari FC Basel. Ia langsung dipercaya oleh pelatih Chelsea, Jose Mourinho, untuk menjadi starter. Ini adalah kesempatan yang jarang sekali didapatkan oleh winger asal Mesir tersebut. Namun sayangnya, Salah pada saat itu bermain buruk. Tak berhenti di situ saja, ia juga mendapatkan kritikan dari Mourinho setelah laga selesai.

Salah bermain selama 80 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Willian. Satu menit setelah dirinya meninggalkan lapangam, Chelsea berhasil mencetak gol kemenangan. Namun gol itu adalah gol bunuh diri dari bek Shrewsbury Jermaine Grandison.

Setelah eprtandingan usai, Mourinho mengaku sangat kecewa dengan permainan Salah. The Special One sendiri mengatakan bahwa Salah seharusnya bisa tampil lebih bagus untuk menembus Tim Inti Chelsea.