Month: November 2019

Bapak Internet Prihatin Dengan Perkembangan Internet Zaman Sekarang

Penggagas WWW atau World Wide Web, Tim Berners-Lee yang juga dijuluki Bapak Internet, mengaku merasa kecewa dan prihatin dengan kondisi internet saat ini. Lebih jauh dirinya bahkan menggunakan istilah internet yang tengah “sakit”. Jaringan global yang dengan mudah mengkoneksikan berbagai perangkat berteknologi canggih tersebut saat ini dikuasai oleh sangat sedikit perusahaan besar yang digdaya.

Dampak buruk internet

Pengguna internet kesulitas menjaga keamanan datanya di dunia maya dan sangat sering terjadi tindakan illegal seperti pencurian data dan sejenisnya. Hoaks serta manipulasi politik oleh para buzzer terlatih juga dimungkinkan dengan keberadaan internet. Melihat kondisi tersebut Barners-Lee memutuskan untuk bersuara. Menurutnya pihak-pihak berwenang seharusnya tak membiarkan hal-hal yang buruk tersebut di internet karena akibatnya dapat menyeret dunia dalam dystopia digital.

Lebih lanjut Bapak Internet tersebut menegaskan bila orang-orang yang memiliki wewenang membiarkan kondisi tersebut akan terjadi semakin banyak penyimpangan. Berners Lee menghimbau untuk mengembalikan kondisi web menjadi lebih sehat. Tak sekedar ajakan, pria ini mengaku telah merancang rencana untuk membuat jaringan global itu tak digunakan untuk hal-hal yang negative. Misi penyelamatan internet ini bertujuan jangka panjang membuatnya sebagai sarana yang dapat memberi manfaat seluas mungkin untuk umat manusia.

Misi menyelamatkan internet

Rancangan untuk menyehatkan jaringan internet dimuat dalam website bernama “Contract for the Web”.  Secara garis besar pada website tersebut termuat kontrak yang disusun oleh sekitar 80 LSM dan organisasi terkait selama sekitar setahun. Isinya adalah himbauan kepada pihak-pihak yang memiliki kekuasaan untuk turut bertanggungjawab dalam penggunaan internet secara sehat. 

Di dalam website tersebut terdapat 3 poin pernyataan penting, yaitu, kewajiban bagi pihak pemerintah adalah mengupayakan jaringan internet dapat diakses oleh siapa pun sepanjang waktu. Selain itu pemerintah juga wajib menjaga keamanan data sebagai perlindungan privasi pengguna internet terkait.

Poin kedua adalah kontrak yang menyangkut perusahaan-perusahaan startup penyedia layanan internet. Idealnya pihak tersebut dapat memberikan layanan secara terjangkau serta turut bertanggungjawab terhadap perlindungan data klien. Ketiga adalah kontrak bagi seluruh pengguna internet agar berupaya menciptakan komunitas online yang ramah serta aman untuk semua orang.  

Dalam kontrak tersebut juga terdapat poin yang memperjuangkan akses internet yang bebas dan terbuka untuk semua orang.

Pemerintah dan perusahaan bertanggungjawab atas kondisi internet yang buruk

Berners Lee berpendapat bahwa penyalahgunaan internet sejatinya dipicu pihak-pihak yang mempunyai wewenang, kekuatan, serta dana yang besar. Mereka ini umumnya adalah pemerintah yang berniat melanggengkan kekuasan, atau perusahaan provider web yang berniat mendulang profit sebesar mungkin. 

Terkait kontrak tersebut, Berners-Lee menegaskan bahwa unsur terpenting dari rencana yang digagas tersebut adalah masyarakat. Dengan motivasi yang besar dari seluruh elemen masyarakat dapat membuat pihak-pihak yang memiliki wewenang dan terkait bertanggungjawab. Saat ini diketahui ada 150 organisasi yang bergabung dan mendukung kontrak tersebut atau Contract for the Web.

Perusahaan-perusahaan dimaksud terutama adalah perusahaan teknologi raksasa Facebook, Google, Twitter, serta Microsoft. Selain itu kelompok aktivis hak digital yang bernaung dalam Electronic Frontier Foundation juga menyatakan dukungannya. Berikutnya adalah Pemerintah Prancis, Ghana, dan Jerman yang juga siap untuk berkomitmen. 

Dengan begitu mereka wajib untuk menerapkan seluruh prinsip sebagaimana yang telah dimuat pada website dan bersedia bekerjasama untuk mencari solusi atas masalah yang terjadi. Komitmen akan kontrak tersebut diharapkan akan menyebar ke negara-negara lainnya dalam waktu dekat ini.

Di Balik Kemenangannya di Ballon d’Or 2019, Messi Simpan 2 ‘Dosa’

Kabar bahagia datang dari Lionel Messi yang berhasil merebut Ballon d’Or. Namun keberhasilannya merebut penghargaan itu pasalnya menuai kontroversi. Ada dua kegagalan yang dianggap tak pantas membuatnya meraih penghargaan tersebut. Public menilai bahwa seharusnya dua kegagalan itu bisa jadi pertimbangan untuk penentuan pemilihan pemain yang terbaik.

Messi memang kembali menunjukkan kemampuannya sebagai mesin gol di klub Barcelona. Dengan mudah ia mengulangi catatan di atas 40 gol, sama seperti tahun sebelumnya. Tak Cuma itu, ia juga berhasil membawa Barcelona meraih gelar liga Spanyol. Akan tetapi gelar La Liga tersebut menjadi satu-satunya gelar yang diraihnya di tahun 2019 ini.

Pemain dengan nomor punggung 10 tersebut tidak mampu mewujudkan treble untuk Barcelona. Tidak Cuma itu, Messi pun gagal di Timnas Argentina. Nah, dua ‘dosa’ yang dianggap public sangat fatal sehingga Messi tak pantas mendapatkan penghargaan Ballon d’Or ini lah yang diperbincangkan. Apa saja?

Kalah di Semifinal Liga Champions

Memang kekalahan dalam sebuah pertandingan, lebih-lebih lagi pertandingan bola, adalah hal yang lumrah. Akan tetapi kalau kalah, kemudian tersingkir setelah memiliki modal yang lumayan untuk meraih kemenangan yaitu skor 3-0 di leg pertama tentunya luar biasa sekali.

Hal itu lah yang menimpa Messi dan juga kawan-kawannya pada ajang semifinal Liga Champions musim lalu. Messi pasalnya mampu tampil bagus dan luar biasa di leg pertama semifinal dengan torehan 2 buah gol yang mampu mengantar Blaugrana memang dengan skor 3-0. Skor telak yang terjadi di leg pertama itu ternyata tidak mampu memberikan jaminan Barcelona ke babak final. Barcelona malahan tumbang dengan skor yang cukup buruk,, 0-4, di Anfield, markas Liverpool.

Di tengah-tengah gempuran Liverpool, Messi yang diharapkan bisa menjadi penyelamat, malahan tidak mampu memberikan sentuhan magisnya untuk membawa klub nya itu keluar dari tekanan dan juga lolos ke babak final. Kepedihan karena gagal lolos ke final Liga Champions ketika unggul 3-0 di leg pertama itu bahkan masih bisa dirasakan Messi beberapa bulan setelah itu.

Lionel Messi, setelah itu, dianggap gagal membawa Barcelona menuju ke final. Walaupun bukan kesalahan darinya seluruhnya, tetap saja public menilai ia bertanggung jawab juga atas kekalahan tersebut.

Tidak Mampu Bawa Argentina Jadi Juara Copa America

Lionel Messi juga kembali lagi menuai cibiran setelah gagal menuntaskan harapan rakyat Argentina untuk melihat timnas Argentina juara. Ia kembali lagi tampil ‘melempem’ bersama dengan timnas Argentina pada ajang Copa America 2019. Messi tak Cuma mencetak satu gol saja dalam perjalan Argentina menuju ke babak semifinal. Saat Argentina tersingkir oleh Brazil, Messi pun tidak mampu memberikan banyak pertolongannya juga.

Malahan Messi terlibat kericuhan dan mesti terkena kartu merah di laga melawan Chile pada perebutan peringkat ketiga.

Bisa dikatakan dalam karir Messi, ia bahkan belum pernah memberikan kemenangan untuk Argentina pada level senior. Persembahan Messi untuk negaranya itu adalah medali emas olimpade 2008 dan juga juara Piala Dunia 020 di tahun 2015 silam. Di level senior, prestasinya bisa dikatakan biasa saja. Ia Cuma sanggup mengantar Argentina menjadi runner up pada ajang Piala Dunia 2014 kemarin. Tak Cuma itu, pemain bintang ini juga Cuma bisa mengantarkan Argentina jadi runner up pada perhelatan Copa America di tahun 2007, 2014 dan 2015 saja.

Dua Pertandingan Besar di Liga Inggris Pekan ke-15

Liga Inggris bakal memainkan laga minggu ke-15 nya di tengah pecan ini. Ada 2 big match atau 2 pertandingan besar yang akan jadi sorotan utama yakin Liverpool yang melawan Everton dan juga Manchester United yang melawan Tottenham Hotspur.

Liverpool vs Everton

Liverpool sekarang ini memimpin klasemen dengan nilai sebanyak 40 poin, pasalnya unggul 8 angka atas Leicester City yang bertengger di posisi kedua. The Reds pasalnya makin menunjukkan konsistensinya sebagai pemuncak klasemen. Di luar Livepool, masing-masing tim juga terus-menerus berjuang memburu kemenangannya untuk memperbaiki peringkat mereka, termasuk tim-tim yang saat ini sedang ada di zona degradasi.

Dari 10 buah duel yang mana tersaji dalam ajang ini, dua big match yang akan anda saksikan adalah salah satunya Liverpool melawan Everton.

Derby Merseyside antara Liverpool melawan Everton yang mana berlangsung di Anfield, kandang Liverpool, akan tersaji di pecan ke-15 ini. Duel ini diyakini akan berjalan sangat sengit dan penuh dengan kegengsian. Hal ini akan terjadi walaupun kedua tim dalam kondisi yang jauh berbeda.

Saat ini Liverpool masih berada di puncak klasemen dengan raihan 13 kemenangan dan juga satu hasil imbang dari 14 laga awal yang telah dijalani. Namun hal yang sebaliknya dialami oleh Everton. Everton pasalnya baru meraih 14 poin alias, nyaris 3 kali lipat lebih rendah dari torehan poin yang diraih oleh The Reds.

Walaupun ada perbedaan kekuatan yang terlihat cukup jelas, Liverpool Cuma mampu meraih 2 kemenangan dalam 5 duel terakhirnya melawan Everton yang datang dari seluruh kompetisi. Tiga laga yang lainnya berakhir dengan imbang. Dua kemenangan yang didapatkan oleh Liverpool ini adalah kemenangan dengan selisih 1 gol.

Salah satu kemenangan yang paling diingat oleh para penggemarnya adalah kemenangan di Anfield. Kemenangan yang dimaksud adalah kemenagan Liverpool pada musim lalu saat Divock Origi berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-96.

Mantan bintang MU, Wayne Rooney menilai bahwa Everton memiliki peluang menghentikan catatan bagus milik Liverpool dalam Liga Inggris di musim ini. Liverpool menjadi tim terbaik di Liga Inggris musim ini. Dari 14 buah laga yang sudah dijalaninya, hanya satu kali saja mereka kehilangan angka yakni saat melawan Manchester United dengan skor imbang.

Rooney yang juga pernah berseragamm Everton menilai bahwa The Toffees memiliki potensi menjegal Liverpool. Tajuk laga derby akan jadi motivasi tambahan untuk Everton untuk meraih hasil yang bagus. “Ini laga besar untuk kota ini. Bila Everton menang, hal itu bisa menghentikan niat Liverpool memenangkan gelar juara Liga Inggris,” ungkapnya.

Menchester United vs Tottenham Hotspur

Bisa dikatakan bahwa Manchester United dan Tottenham Hotspur adalah dua tim yang terluka yang tengah terseok-seok pada awal musim. Akan tetapi Tottenham lebih dulu mengambil langkah yang besar dengan menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih yang menggantikan Mauricio Pochettino.

Mourinho pasalnya berhasil mempersembahkan 3 buah kemenangan di tiga laga awalnya bersama dengan Tottenham. Hal tersebut bisa makin membuat menarik laga Tottenham melawan The Red Devil.

Sebelum bergabung dengan Tottenham, Mourinho merupakan manajer Manchester United yang dipecat di pertengah musim lalu. Mourinho pasalnya dianggap tak mampu mengangkat performa MU. Sehingga kemudian ia digantikan oleh Ole Gunnar Solskajer. Setelah menggantikan Mourinho, Solskjaer pun belum bisa memperbaiki kualitas permainan MU yang dianggap masih inkonsisten.

Messi, Manusia Pertama yang Raih 6 Ballon d’Or

Walaupun penuh dengan kontroversi, Lionel Messi dan para penggemarnya tetap saja berbahagia karena Lionel Messi berhasil mencetak sejarah sebagai orang pertama yang meraih 6 Ballon d’Or. Messi sendiri berhasil memenangkan penghargaan Ballon d’Or yang tahun ini digelar. Messi sendiri berhasil menyisihkan nama-nama besar lainnya misalnya Sadio Mane, Virgil van Djik, dan bahkan Cristiano Ronaldo.

Messi Orang Pertama Raih 6 Penghargaan Ballon d’Or

Keberhasilan Messi ini membuatnya menyabet 6 penghargaan Ballon d’Or sepanjang karirnya. Sebelum tahun ini, Messi telah meraih Ballon d’Or pada tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun 2015, 2012, 2011, 2010 dan juga 2009. Setealah dirinya jadi yang terbaik di tahun 2015, Messi harus mau puasa trofi Ballon d’Or selama 3 musim. Ia bahkan kalah bersaing dengan sang mega bintang, Cristiano Ronaldo di tahun 2016 dan 2017.

Di musim lalu, bahkan Messi tak berhasil masuk ke tiga besar karena dirinya kalah dari Antonie Friezmann, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Keberhasilan Messi kali ini di mana ia mampu memenangkan Ballon d’Or membuatnya berhasil juga mengungguli pencapaian trofi Ballon d’Or Ronaldo. Dengan usia Ronaldo yang mana 2 tahun lebih tua darinya, maka akan makin mudah baginya untuk mengejar dan mengungguli Ronaldo. Begitu juga dengan Ronaldo, yang makin berumur, sulit rasanya untuk mengejar Messi.

Rekor 6 trofi Ballon d’Or ini bakal jadi rekor yang nampaknya sulit untuk dikejar oleh pemain di luar Ronaldo di masa mendatang. Messi sendiri tampil bagus pada musim ini.

Catatan yang diperoleh adalah ia berhasil menyumbangkan 45 gol dan 17 buah assist. Messi juga menjadi tokoh utama keberhasilan Barcelona juara Liga Spanyol musim lalu. Sebelumnya Messi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia versi FIFA yang mana jadi penghargaan keenamnya di ajang tersebut.

Deretan Peringkat

Sebagai striker andalan Barcelona, nampaknya memang Messi sangat bahagia menerima penghargaan ini. Ia berhasil terpilih sebagai pemain terbaik tahun ini, dan juga menyingkirkan nominasi lainnya.

Sedangkan Cristiano Ronaldo yang sempat mengalahkan dirinya duduk di urutan keempat dengan perolehan 133 poin atau 1 tingkat di bawah Mohammad Salah yang berhasil mendapatkan 179 poin. Tahun lalu pemain terbaik dunia tersebut tidak mampu meraih Ballon d’or. Penghargaan tersebut diraih oleh gelandang Real Madrid, Luka Modric yang pasalnya tampil sangat ciamik di Piala Dunia 2018.

Mohamed Salah berada di posisi kelima. Pemain asal Mesir tersebut sukses membuktikan kehebatannya tahun lalu, bahwa tak Cuma sensasi saja di musim itu. Salah namun tetap punya peran penting di balik keberhasilan Liverpool jadi juara Liga Champions.

Sementara itu untuk posisi keenam sendiri ditempati oleh Kylian Mbappe. Walaupun mengalami penurunan peringkat dibandingkan dengan tahun lalu, Mbappe sukses memperlihatkan konsistensinya masuk 10 besar Ballon d’Or. Hal tersebut bisa menjadi bukti bahwa ia makin layak saja dinilai sebagai calon bintang masa depan.

Kemudian di peringkat ketujuh ada kipper Liverpool, Alisson Becker. Alisson dinilai memiliki peran yang sangat penting di balik keberhasilan Liverpool meraih trofi Liga Champions musim lalu dan kesuksesan Brazil menjadi juara Copa America 2019.

Kemudian di posisi kedelapan ada Striker Bayern Munchen, Robert Lewandowski. Ia unggul dari 2 pemain Manchester City yaitu Bernardo Silva dan juga Riyad Mahrez yang mana ikut melengkapi komposisi 10 besar Ballon d’Or.